PERANAN PEMERINTAH DALAM PERMASALAHAN TENAGA KERJA

Reformasi haluan negara dianggap perlu karena krisis ekonomi telah merusak seluruh tatanan ekonomi dan keuangan nasional, dengan pengangguran dan kemiskinan yang meluas.
Maka “GBHN Mini 1998” merupakan pernyataan kehendak rakyat untuk mewujudkan pembaruan di segala bidang pembangunan nasional, termasuk masalah tenaga kerja.
Sesuai GBHN (Garis Besar Haluan Negara), disebutkan bahwa kebijakan pokok pemerintah dibidang ketenagakerjaan yang utama adalah perluasan dan pemerataan kesempatan kerja serta peningkatan mutu dan perlindungan tenaga kerja. Artinya para tenaga kerja tidak hanya sebagai pekerja yang bekerja pada pemilik perusahaan, tetapi sekaligus sebagai mitra dari pemilik suatu perusahaan.
Kemiskinan merupakan masalah bersama yang harus menjadi perhatian tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat. Kemiskinan antara lain disebabkan oleh Pengangguran, Keterbelakangan, dan Ketidakberdayaan.
Pengagguran disebabkan antara lain masih rendahnya kualitas tenaga kerja, dan penciptaan lapangan kerja yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, selain upaya-upaya dan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah, masayarakatpun perlu menciptakan dan mengembangkan lapangan kerja sendiri atau membangun usaha mandiri.
Pengiriman tenaga kerja Indonesia keluar negeri dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengatasi pengangguran. Lebih baik lagi jika tenaga kerja Indonesia yang dikirimi keluar negeri tidak tenaga kerja kasar dan berpendidikan rendah, melainkan tenaga-tenaga ahli dan berpendidikan tinggi, supaya Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja diluar negeri tidak direndahkan lagi apalagi dilecehkan oleh bangsa lain. Itu semua bisa terjadi, jika pemerintah dan masyarakat sama-sama berjuang keras demi mengharumkan nama baik bangsa dan selalu menjaga martabat bangsa.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG

Yang dimaksud dengan perusahaan dagang ialah perusahaan yang membeli barang untuk kemudian dijual.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
- Perusahaan dagang usaha pokoknya adalah menjual barang
- Setiap saat perusahaan dagang mempunyai barang yang siap untuk dijual yang disebut : persediaan barang dagang
- Barang yang dijual tersebut sama dengan barang yang dibeli
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan adanya beberapa perbedaan antara perusahaan jasa, dagang, dan industry.
Seperti hal-nya dalam perusahaan jasa, maka dalam perusahaan dagang pun siklus akuntansi terdiri dari :
1. Jurnal ( Buku harian)
Dalam hal ini bentuknya dapat berupa jurnal umum atau jurnal khusus ( jurnal khusus umumnya dipakai oleh perusahaan besar yaitu perusahaan yang volume transaksinya banyak).
2. Posting
Apabila yang dipakai jurnal umum, maka postingnya sama dengan yang telah dijelaskan dalam jurnal yang lalu yaitu tiap ayat, tetapi apabila dipakai jurnal khusus, posting dapat dilakukan berkala misalnya bulanan.
3. Neraca saldo
Isinya sama dengan neraca saldo perusahaan jasa yaitu saldo setiap perkiraan buku besar dan perkiraan yang tidak mempunyai saldo juga tidak masuk neraca saldo.
4. Ayat jurnal penyesuaian
Dibuat berdasarkan data (bukti) penyesuaian yang ada.
5. Neraca lajur
Seperti hal-nya dalam perusahaan jasa umumnya berbentuk sepuluh kolom
6. Laporan keuangan yang terdiri dari :
• Rugi-laba
• Perubahan modal
• Neraca
7. Ayat jurnal penutup
Untuk menutup perkiraan nominal yaitu: pendapatan dan beban
8. Neraca saldo setelah penutupan
Neraca saldo setelah jurnal penyesuaian dan jurnal penutup diposting (dipindahkan ke perkiraan buku besar)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA

Siklus akuntansi ialah proses pekerjaan dalam bidang akuntansi sejak awal sampai dengan akhir, yang meliputi : Buku harian (Jurnal), Pemindahan (Posting), Jurnal ke buku besar, neraca saldo, penyesuaian, Neraca Lajur, Laporan keuangan, Ayat jurnal penutup, dan Neraca saldo setelah penutupan.
Dengan demikian siklus akuntansi adalah merupakan proses (kegiatan) bidang akuntansi yang berjalan setiap periode dengan cara dan kegiatan yang sama. Khusus untuk awal periode akuntansi, diluar kegiatan siklus akuntansi yang telah disebutkan adakalanya (dengan alasan konsistensi dan mempermudah pengawasan dan mengurangi kemungkinan kesalahan) dibuat ayat jurnal pembalik (readjustmen/ revershing entries).
Proses siklus akuntansi tersebut berlaku (sama) baik untuk : Perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan industri, meskipun masing-masing jenis usaha tersebut mempunyai beberapa perbedaan, tetapi secara prinsip terutama ditinjau dari siklus akuntansi pada dasar-nya sama.
Yang dimaksud dengn perusahaan jasa ialah perusahaan yang dalam usaha-nya, menjual/ memberi jasa (barang tidak berwujud) kepada konsumen/langganannya.
Oleh sebab itu nama pendapatan dalam perusahaan jasa secara umum dapat disebut : pendapatan jasa, atau diberi nama sesuai dengan jenis jasa yang dijual antara lain sebagai berikut :
 Bengkel mobil/motor : pendapatan dari servis dan reparasi
 Laundry (Binatu) : pendapatan dari laundry
 Bioskop : pendapatan dari penjualan karcis
 Hotel : pendapatan sewa kamar
 Kantor akuntan : pendapatan jasa akuntan
 Bank : pendapatan bunga, pendapatan provisi dll

Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka langkah-langkah dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah sebagai :
1. Mencatat transaksi kedalam jurnal pencatatan (buku harian), berdasarkan bukti-bukti transaksi dengan pencatatan secara kronologis (berurutan menurut tanggal terjadinya)
2. Melakukan posting (pemindahan ayat-ayat jurnal kedalam perkiraan buku besar ) disertai pertukaran nomor indeks (crossindexing)
3. Menyusun neraca saldo dari saldo masing-masing perkiraan (selisih jumlah debet dan jumlah kredit), dengan demikian perkiraan yang tidak mempunyai saldo (jumlah debet sama dengan jumlah kredit) tidak masuk neraca saldo.
4. Membuat jurnal penyesuaian berdasarkan bukti-bukti penyesuaian yang dibuat pada akhir periode (sebelum penyusunan laporan keuangan), serta diposting.
5. Menyusun neraca lajur yang terdiri dari : neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo disesuaikan, rugi-laba dan neraca.
6. Menyusun laporan keuangan yang terdiri dari :
- Laporan rugi-laba
- Laporan perubahan modal
- Laporan posisi keuangan (neraca)
7. Membuat jurnal penutup untuk perkiraan : pendapatan dan beban dengan memindahkan saldo-nya ke perkiraan rugi/laba, serta saldo rugi/laba ke modal.
8. Menyusun neraca saldo setelah penutupan yaitu neraca saldo setelah ayat-ayat penutup dipindahkan ke perkiraan buku besar.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS